SIGAP KB Sukses, Warga Ujungpangkah Antusias Sambut Hari IBI ke-75


Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75, Kecamatan Ujungpangkah sukses menyelenggarakan kegiatan pelayanan SIGAP KB (Siap Gratis Pelayanan Keluarga Berencana) dengan capaian 14 akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi bidan dalam mendukung program Keluarga Berencana Nasional sekaligus mempererat sinergi antara tenaga kesehatan dan pemerintah daerah.

Pelaksanaan pelayanan SIGAP KB dilakukan di dua fasilitas kesehatan, yaitu Puskesmas Ujungpangkah dengan capaian sebanyak 12 akseptor MKJP, serta Puskesmas Sekapuk dengan capaian 2 akseptor MKJP. Capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti program KB serta komitmen tenaga kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan reproduksi bagi masyarakat.

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah, Dian Koesnani, AMd. Keb., menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, momentum HUT IBI ke-75 menjadi pengingat bahwa peran bidan tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan ibu dan anak, namun juga sebagai garda terdepan dalam pelayanan KB yang berkualitas di tengah masyarakat.

Capaian Pelayanan SIGAP KB

Dalam kegiatan SIGAP KB yang digelar serentak di wilayah Kecamatan Ujungpangkah, tercatat 12 akseptor MKJP di Puskesmas Ujungpangkah dan 2 Akseptor MKJP di Puskesmas Sekapuk yang berhasil dilayani. Layanan diberikan oleh para bidan terlatih yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ranting Ujungpangkah, meliputi pemasangan IUD (Intrauterine Device) dan Implant
(susuk KB) yang merupakan metode MKJP efektif dengan masa perlindungan jangka panjang.

Apa itu MKJP? Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah metode KB yang efektif untuk jangka waktu 3 tahun atau lebih, meliputi IUD, Implan, Vasektomi, dan Tubektomi. MKJP sangat dianjurkan karena tingkat efektivitasnya tinggi, hemat biaya dalam jangka panjang, dan mengurangi risiko kegagalan kontrasepsi.

Koordinator Penyuluh KB menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari strategi komprehensif percepatan capaian peserta KB aktif di seluruh 13 desa wilayah Ujungpangkah. "Kami terus mendorong masyarakat, khususnya pasangan usia subur, untuk memanfaatkan layanan KB gratis ini. MKJP adalah investasi kesehatan keluarga yang sangat menguntungkan," ungkapnya.

Data Peserta KB Aktif — April 2026

Berdasarkan data resmi Tabel 11 DPPKB Kabupaten Gresik untuk Kecamatan Ujungpangkah periode April 2026, total peserta KB aktif tercatat sebanyak 5.327 akseptor yang tersebar di 13 desa/kelurahan.

5.327
Total KB Aktif
3.596
Suntik
670
Pil
625
Implan
199
Tubektomi
151
IUD
Distribusi metode kontrasepsi (% dari total)
Suntik
67,5%
Pil
12,6%
Implan
11,7%
Tubektomi
3,7%
IUD
2,8%
Kondom
1,3%
Vasektomi
0,1%
Rincian per desa/kelurahan — April 2026
Desa / KelurahanTotalSuntikPilIUDImplanKondomVasek.Tubek.
Pangkahkulon674404891410014150
Cangaan3111927110205011
Ngemboh281183318381128
Sekapuk6164576345326111
Gosari33325832724705
Banyuurip7095129637314010
Kebonagung14710426016100
Pangkahwetan802482841111042069
Bolo424291563508115
Glatik27014845262814
Karangrejo305233344191004
Ketapanglor24618017138406
Tanjangawan20915226222106
Jumlah Total5.3273.596670696251516199

Analisis Capaian: Sorotan & Catatan Strategis

Dari data April 2026, beberapa temuan penting yang disampaikan Koordinator Penyuluh KB Ujungpangkah:

Pangkahwetan memimpin capaian dengan 802 akseptor aktif — tertinggi di antara 13 desa — didukung angka implan (110) dan tubektomi (69) yang juga tertinggi. Ini mencerminkan keberhasilan pendekatan intensif berbasis komunitas di desa tersebut.
MKJP (Implan + IUD + Tubektomi + Vasektomi) berkontribusi 18,1% dari total akseptor aktif (965 dari 5.327). Pelayanan SIGAP KB 24 akseptor MKJP dalam HUT IBI ke-75 menjadi dorongan nyata bagi peningkatan angka ini, dengan target memperbesar porsi MKJP secara berkelanjutan.
Dominasi suntik (67,5%) menunjukkan preferensi akseptor pada metode non-MKJP yang membutuhkan kunjungan berkala. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan: edukasi perlu ditingkatkan untuk menggeser akseptor suntik ke MKJP demi efisiensi dan kenyamanan jangka panjang.
Kebonagung perlu perhatian khusus — dengan hanya 147 akseptor, desa ini mencatatkan jumlah terendah, tanpa satupun akseptor IUD dan Vasektomi. Intervensi program penyuluhan dan akses layanan perlu diperkuat di wilayah ini.

Apresiasi & Komitmen ke Depan

Kegiatan SIGAP KB dalam rangka HUT IBI ke-75 ini mendapat apresiasi dari Koordinator Penyuluh KB Ujungpangkah atas dedikasi para bidan IBI yang telah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sinergitas antara IBI, penyuluh KB, dan pemerintah kecamatan dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini.

Ke depan, Koordinator Penyuluh KB berkomitmen untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB, khususnya di desa-desa dengan capaian masih rendah, serta memperluas jangkauan layanan MKJP melalui kolaborasi lintas sektor.

Sumber data: Data NewSiga Kemendukbangga/BKKBN Tabel 11 dan Pelayanan IBI ke 75— Jumlah Peserta KB Aktif, Kecamatan Ujungpangkah, Bulan April 2026. Kontak: Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.




0 comments:

Posting Komentar