• Koordinator SPPG Ujungpangkah bergerak cepat menindaklanjuti kendala terkait menu, jadwal distribusi, dan kuota. Kini, kader TPK dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada penerima manfaat MBG 3B.
  • Melalui kegiatan bersama PKM Sekapuk, hasil penimbangan tidak hanya dicatat, tetapi juga ditindaklanjuti dengan edukasi dan tindakan nyata untuk mencegah stunting serta menjaga tumbuh kembang anak tetap optimal.
  • Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak dan remaja untuk belajar nilai, karakter, dan tanggung jawab. Melalui kolaborasi Pattiro Gresik dan Penyuluh KB Ujungpangkah, mari bersama wujudkan keluarga tanpa kekerasan dan remaja yang tumbuh dengan keteladanan.
  • Dalam pertemuan lokakarya mini puskesmas ujungpangkah, penyuluh kb menyampaikan beberapa hal salah satunya adalah sasaran MBG tidak hanya untuk anak sekolah tetapi juga mencangkup 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta.
  • Orang Tua adalah pelindung pertama yang mengenalkan kasih sayang, kelembutan, dan rasa aman. Mulai dari rumah, kita ciptakan lingkungan tanpa kekerasan agar anak tumbuh percaya diri dan ceria.

Penguatan Koordinasi Penyuluh KB dan Koordinator SPPG Kecamatan Ujungpangkah dalam Pemenuhan Pelayanan Minimal Sasaran 3B untuk Mendukung Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

 

Ujungpangkah, Gresik — Dalam rangka mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana diamanatkan dalam Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemenuhan Minimal Pelayanan Kelompok 3B pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) bersama Koordinator SPPG Kecamatan Ujungpangkah menggelar kegiatan koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh sasaran kelompok 3B — yakni Ibu Hamil (BUMIL), Ibu Menyusui (BUSUI), dan Balita Non PAUD — dapat terpenuhi hak layanannya secara menyeluruh.


Apa Itu Kelompok 3B?

Kelompok 3B merupakan sasaran prioritas dalam Program MBG, terdiri dari:

  • 🤰 BUMIL (Ibu Hamil)
  • 🤱 BUSUI (Ibu Menyusui)
  • 👶 Balita Non PAUD (Anak di bawah lima tahun yang belum mengikuti PAUD)

Kelompok ini menjadi prioritas karena berada pada periode emas pertumbuhan dan pembentukan gizi yang sangat menentukan kualitas generasi ke depan.


Hasil Kegiatan: Capaian Pelayanan MBG Kelompok 3B di Kecamatan Ujungpangkah

Berdasarkan pendataan yang telah dilakukan oleh Penyuluh KB bersama SPPG, berikut adalah rekapitulasi data sasaran 3B dan capaian penerimaan MBG di seluruh desa/kelurahan se-Kecamatan Ujungpangkah: (data Bulan Mei 2026)

NoDesa/KelurahanBumil (Total)Busui (Total)Balita Non PAUD (Total)Bumil (MBG)Busui (MBG)Balita Non PAUD (MBG)
1Pangkahkulon51554025155402
2Cangaan101482000
3Ngemboh141468000
4Sekapuk45411874541187
5Gosari152288152288
6Banyuurip3239175000
7Kebonagung8204982049
8Pangkahwetan60644286064428
9Bolo14181281418128
10Glatik121498121498
11Karangrejo26181152318115
12Ketapanglor18151001815100
13Tanjangawan1298512985
TOTALKec. Ujungpangkah3173432.0052582761.680

📊 Ringkasan Capaian

SasaranTotalSudah Terima MBGCapaian (%)
Ibu Hamil (BUMIL)31725881,4%
Ibu Menyusui (BUSUI)34327680,5%
Balita Non PAUD2.0051.68083,8%
Total Keseluruhan2.6652.21483,1%

Catatan Lapangan

Dari data di atas, tercatat 4 desa yang capaian penerimaan MBG-nya masih 0%, yakni:

  • Desa Cangaan
  • Desa Ngemboh
  • Desa Banyuurip
  • (sebagian sasaran) Desa Karangrejo

Hal ini menjadi perhatian serius dan telah menjadi agenda prioritas tindak lanjut dalam koordinasi lintas sektor, agar seluruh sasaran 3B di desa-desa tersebut segera dapat dijangkau dan menerima layanan MBG sesuai ketentuan Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2026.


Pernyataan Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah

"Kami dari jajaran Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah berkomitmen penuh untuk terus bergerak bersama SPPG dalam menjangkau seluruh sasaran 3B yang belum mendapatkan layanan MBG. Data yang kami himpun dari 13 desa menjadi peta jalan kami untuk memastikan tidak ada satu pun ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita yang terlewatkan. Capaian lebih dari 80% ini adalah langkah awal yang baik, namun kami tidak akan berhenti sampai seluruh sasaran terlayani 100%."

— Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah


Pernyataan Koordinator SPPG Kecamatan Ujungpangkah

"Program Makan Bergizi Gratis ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan ibu dan anak. Melalui sinergi yang kami bangun bersama Penyuluh KB, kami memastikan distribusi layanan gizi berjalan tepat sasaran. Untuk desa-desa yang capaiannya masih nol, kami akan segera turun bersama untuk melakukan pendataan ulang dan percepatan layanan. Tidak ada alasan bagi kami untuk memperlambat, karena ini menyangkut kualitas tumbuh kembang anak-anak kita."

— Koordinator SPPG Kecamatan Ujungpangkah


Langkah Tindak Lanjut

Dari hasil koordinasi yang telah dilakukan, disepakati beberapa langkah nyata ke depan:

  1. Percepatan pendataan di Desa Cangaan, Ngemboh, dan Banyuurip yang capaiannya masih 0%
  2. Verifikasi lapangan bersama kader posyandu dan bidan desa untuk memvalidasi data sasaran
  3. Sinkronisasi data antara Penyuluh KB dan SPPG secara berkala setiap bulan
  4. Monitoring dan evaluasi capaian MBG per desa melalui koordinasi rutin kecamatan
  5. Pelaporan berjenjang kepada dinas terkait sebagai bahan kebijakan percepatan MBG di Kabupaten Gresik

Semangat TPK dan Penyuluh KB dalam Pendistribusian MBG 3B untuk Masyarakat Ujungpangkah

 


Dari Pangkahkulon hingga Tangkangan — 13 desa bergerak bersama memastikan bumil, busui, dan balita non-PAUD menerima Makanan Bergizi Gratis

Kecamatan Ujungpangkah berhasil mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) program 3B kepada 258 ibu hamil, 276 ibu menyusui, dan 1.680 balita non-PAUD — berkat kerja keras Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Penyuluh KB yang menjangkau seluruh pelosok kecamatan.

1.680Balita Non-PAUD
terima MBG
258Ibu Hamil (Bumil)
terlayani
276Ibu Menyusui (Busui)
terlayani

Ujungpangkah, Gresik — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran 3B (Bumil, Busui, Balita Non-PAUD) terus menunjukkan kemajuan signifikan di Kecamatan Ujungpangkah. Berdasarkan data terkini, dari total 317 bumil, 343 busui, dan 2.005 balita non-PAUD yang menjadi sasaran di 13 desa, program ini telah berhasil menyentuh sebagian besar penerima manfaat.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dedikasi para kader TPK yang berjalan dari rumah ke rumah, serta Penyuluh KB yang secara konsisten melakukan edukasi gizi dan pemantauan sasaran di lapangan. Di tengah berbagai tantangan geografis dan keterbatasan sumber daya, semangat mereka menjadi motor penggerak pendistribusian yang efektif.

Capaian Per Desa — Data Rinci
Desa / KelurahanBumil
Terima / Total
Busui
Terima / Total
Balita
Terima / Total
Status
Pangkahkulon51 / 5155 / 55
402/402
Penuh
Cangaan0 / 100 / 14
0/82
Proses
Ngemboh0 / 140 / 14
0/68
Proses
Sekapuk45 / 4541 / 41
187/187
Penuh
Gosari15 / 1522 / 22
88/88
Penuh
Banyuurip0 / 320 / 39
0/175
Proses
Kebonagung8 / 820 / 20
49/49
Penuh
Pangkahwetan60 / 6064 / 64
428/428
Penuh
Bolo14 / 1418 / 18
128/128
Penuh
Glatik12 / 1214 / 14
98/98
Penuh
Karangrejo23 / 2618 / 18
115/115
Hampir
Ketapanglor18 / 1815 / 15
100/100
Penuh
Tangkangan12 / 129 / 9
85/85
Penuh
TOTAL KEC.258 / 317276 / 3431.680 / 2.00581%

9 dari 13 desa telah mencapai distribusi 100% untuk seluruh sasaran 3B — termasuk Pangkahkulon, Sekapuk, Gosari, Kebonagung, Pangkahwetan, Bolo, Glatik, Ketapanglor, dan Tangkangan. Prestasi ini merupakan buah nyata dari sinergi TPK, Penyuluh KB, dan pemerintah desa setempat.

Sorotan Lapangan

Desa Pangkahwetan mencatat angka tertinggi dengan 428 balita non-PAUD yang semuanya telah menerima MBG — angka terbesar se-kecamatan. Disusul Pangkahkulon (402 balita, 100%) yang juga menjadi salah satu desa dengan jumlah sasaran bumil dan busui terbanyak, seluruhnya telah terlayani.

Desa Banyuurip, Cangaan, dan Ngemboh masih memerlukan percepatan. Total sasaran yang belum terjangkau di ketiga desa ini mencapai 42 bumil, 53 busui, dan 325 balita — menjadi prioritas utama TPK dan Penyuluh KB pada periode distribusi berikutnya.

Desa Karangrejo menunjukkan progres positif: seluruh 18 busui dan 115 balita telah menerima MBG, sementara 3 bumil dari total 26 masih dalam proses pendataan ulang lapangan.

"Kami bergerak dari fajar hingga siang, memastikan setiap ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah kami benar-benar mendapatkan haknya. Ini bukan sekadar tugas — ini panggilan hati untuk generasi masa depan."

— Kader TPK Kecamatan Ujungpangkah
Langkah ke Depan

Penyuluh KB dan TPK se-Kecamatan Ujungpangkah berkomitmen untuk menuntaskan distribusi di tiga desa yang masih dalam proses. Pendekatan door-to-door intensif, sesi posyandu gabungan, dan koordinasi dengan bidan desa akan dioptimalkan guna menjamin tidak ada satu pun sasaran 3B yang terlewat.

Target capaian 100% distribusi MBG di seluruh 13 desa ditegaskan sebagai prioritas bersama, selaras dengan komitmen nasional mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan bergizi.

Transformasi Posyandu 6 SPM: Wujud Nyata Pelayanan Masyarakat yang Lebih Dekat dan Optimal



Posyandu Mawar Melati Desa Tanjangawan, Kecamatan Ujungpangkah, resmi melaksanakan kegiatan transformasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam upaya mendekatkan layanan kesehatan dan sosial kepada masyarakat desa demi meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

UJUNGPANGKAH — Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Posyandu Mawar Melati Desa Tanjangawan, Kecamatan Ujungpangkah, resmi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan implementasi Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada hari Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendekatkan layanan dasar kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari balita, remaja, hingga warga lanjut usia (lansia).

Apa Itu Transformasi Posyandu 6 SPM?

Transformasi Posyandu 6 SPM merupakan upaya pembaruan peran Posyandu agar tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi mencakup enam bidang layanan dasar yang ditetapkan pemerintah sebagai Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu:

      Pendidikan — memastikan akses tumbuh kembang anak dan remaja terpenuhi secara optimal.

      Kesehatan — pelayanan promotif, preventif, dan deteksi dini penyakit untuk semua usia.

      Pekerjaan Umum — membantu masyarakat mengakses informasi sanitasi dan lingkungan bersih.

      Perumahan Rakyat — mengedukasi masyarakat tentang hunian layak dan sehat.

      Ketentraman dan Ketertiban Umum — memberikan rasa aman serta perlindungan sosial bagi warga.

      Sosial — pendampingan bagi warga rentan termasuk lansia, anak berkebutuhan khusus, dan keluarga pra-sejahtera.

 

Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup

Kegiatan ini hadir sebagai wujud komitmen pemerintah untuk memperpendek jarak antara masyarakat dengan akses layanan publik yang berkualitas. Melalui Posyandu Mawar Melati, warga tidak perlu jauh-jauh mencari layanan karena seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi di tingkat desa, mulai dari:

      Pemantauan tumbuh kembang balita dan imunisasi.

      Penyuluhan kesehatan reproduksi dan gizi remaja.

      Pemeriksaan kesehatan rutin bagi lansia (cek tekanan darah, gula darah, dan sebagainya).

      Sosialisasi program perlindungan sosial dan bantuan pemerintah.

      Edukasi lingkungan sehat dan pola hidup bersih.

 


Transformasi Posyandu menjadi Posyandu 6 Bidang SPM bukan sekadar perubahan nama, melainkan perubahan nyata dalam cara kita melayani masyarakat. Dengan enam standar pelayanan yang terintegrasi, kami berharap Posyandu Mawar Melati bisa menjadi garda terdepan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga Tanjangawan secara menyeluruh. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan memanfaatkan layanan ini sebaik-baiknya.

Ketua TPKK Kecamatan UjungpangkaH IBU ROUFA HADI, S.AG Tim Penggerak Kegiatan Kesejahteraan Keluarga Kecamatan Ujungpangkah

Program Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan posyandu yang optimal. Melalui transformasi 6 SPM ini, kami memastikan bahwa layanan KB dan edukasi kesehatan keluarga semakin mudah diakses oleh masyarakat tanpa harus jauh dari rumah. Posyandu adalah rumah pelayanan yang sesungguhnya bagi masyarakat.

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan UjungpangkahKementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Kecamatan Ujungpangkah

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan Posyandu Mawar Melati dapat menjadi model percontohan transformasi layanan berbasis SPM bagi posyandu-posyandu lain di Kecamatan Ujungpangkah. Masyarakat Desa Tanjangawan kini memiliki akses yang lebih mudah, lebih lengkap, dan lebih berkualitas terhadap berbagai layanan dasar yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Desa Tanjangawan bersama TP. PKK dan seluruh kader posyandu berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan demi mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya.

SIGAP KB Sukses, Warga Ujungpangkah Antusias Sambut Hari IBI ke-75


Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75, Kecamatan Ujungpangkah sukses menyelenggarakan kegiatan pelayanan SIGAP KB (Siap Gratis Pelayanan Keluarga Berencana) dengan capaian 14 akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi bidan dalam mendukung program Keluarga Berencana Nasional sekaligus mempererat sinergi antara tenaga kesehatan dan pemerintah daerah.

Pelaksanaan pelayanan SIGAP KB dilakukan di dua fasilitas kesehatan, yaitu Puskesmas Ujungpangkah dengan capaian sebanyak 12 akseptor MKJP, serta Puskesmas Sekapuk dengan capaian 2 akseptor MKJP. Capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti program KB serta komitmen tenaga kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan reproduksi bagi masyarakat.

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah, Dian Koesnani, AMd. Keb., menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, momentum HUT IBI ke-75 menjadi pengingat bahwa peran bidan tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan ibu dan anak, namun juga sebagai garda terdepan dalam pelayanan KB yang berkualitas di tengah masyarakat.

Capaian Pelayanan SIGAP KB

Dalam kegiatan SIGAP KB yang digelar serentak di wilayah Kecamatan Ujungpangkah, tercatat 12 akseptor MKJP di Puskesmas Ujungpangkah dan 2 Akseptor MKJP di Puskesmas Sekapuk yang berhasil dilayani. Layanan diberikan oleh para bidan terlatih yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ranting Ujungpangkah, meliputi pemasangan IUD (Intrauterine Device) dan Implant
(susuk KB) yang merupakan metode MKJP efektif dengan masa perlindungan jangka panjang.

Apa itu MKJP? Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah metode KB yang efektif untuk jangka waktu 3 tahun atau lebih, meliputi IUD, Implan, Vasektomi, dan Tubektomi. MKJP sangat dianjurkan karena tingkat efektivitasnya tinggi, hemat biaya dalam jangka panjang, dan mengurangi risiko kegagalan kontrasepsi.

Koordinator Penyuluh KB menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari strategi komprehensif percepatan capaian peserta KB aktif di seluruh 13 desa wilayah Ujungpangkah. "Kami terus mendorong masyarakat, khususnya pasangan usia subur, untuk memanfaatkan layanan KB gratis ini. MKJP adalah investasi kesehatan keluarga yang sangat menguntungkan," ungkapnya.

Data Peserta KB Aktif — April 2026

Berdasarkan data resmi Tabel 11 DPPKB Kabupaten Gresik untuk Kecamatan Ujungpangkah periode April 2026, total peserta KB aktif tercatat sebanyak 5.327 akseptor yang tersebar di 13 desa/kelurahan.

5.327
Total KB Aktif
3.596
Suntik
670
Pil
625
Implan
199
Tubektomi
151
IUD
Distribusi metode kontrasepsi (% dari total)
Suntik
67,5%
Pil
12,6%
Implan
11,7%
Tubektomi
3,7%
IUD
2,8%
Kondom
1,3%
Vasektomi
0,1%
Rincian per desa/kelurahan — April 2026
Desa / KelurahanTotalSuntikPilIUDImplanKondomVasek.Tubek.
Pangkahkulon674404891410014150
Cangaan3111927110205011
Ngemboh281183318381128
Sekapuk6164576345326111
Gosari33325832724705
Banyuurip7095129637314010
Kebonagung14710426016100
Pangkahwetan802482841111042069
Bolo424291563508115
Glatik27014845262814
Karangrejo305233344191004
Ketapanglor24618017138406
Tanjangawan20915226222106
Jumlah Total5.3273.596670696251516199

Analisis Capaian: Sorotan & Catatan Strategis

Dari data April 2026, beberapa temuan penting yang disampaikan Koordinator Penyuluh KB Ujungpangkah:

Pangkahwetan memimpin capaian dengan 802 akseptor aktif — tertinggi di antara 13 desa — didukung angka implan (110) dan tubektomi (69) yang juga tertinggi. Ini mencerminkan keberhasilan pendekatan intensif berbasis komunitas di desa tersebut.
MKJP (Implan + IUD + Tubektomi + Vasektomi) berkontribusi 18,1% dari total akseptor aktif (965 dari 5.327). Pelayanan SIGAP KB 24 akseptor MKJP dalam HUT IBI ke-75 menjadi dorongan nyata bagi peningkatan angka ini, dengan target memperbesar porsi MKJP secara berkelanjutan.
Dominasi suntik (67,5%) menunjukkan preferensi akseptor pada metode non-MKJP yang membutuhkan kunjungan berkala. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan: edukasi perlu ditingkatkan untuk menggeser akseptor suntik ke MKJP demi efisiensi dan kenyamanan jangka panjang.
Kebonagung perlu perhatian khusus — dengan hanya 147 akseptor, desa ini mencatatkan jumlah terendah, tanpa satupun akseptor IUD dan Vasektomi. Intervensi program penyuluhan dan akses layanan perlu diperkuat di wilayah ini.

Apresiasi & Komitmen ke Depan

Kegiatan SIGAP KB dalam rangka HUT IBI ke-75 ini mendapat apresiasi dari Koordinator Penyuluh KB Ujungpangkah atas dedikasi para bidan IBI yang telah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sinergitas antara IBI, penyuluh KB, dan pemerintah kecamatan dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini.

Ke depan, Koordinator Penyuluh KB berkomitmen untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB, khususnya di desa-desa dengan capaian masih rendah, serta memperluas jangkauan layanan MKJP melalui kolaborasi lintas sektor.

Sumber data: Data NewSiga Kemendukbangga/BKKBN Tabel 11 dan Pelayanan IBI ke 75— Jumlah Peserta KB Aktif, Kecamatan Ujungpangkah, Bulan April 2026. Kontak: Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.