Membangun Keluarga Ramah Anak: Desa Ketapanglor Bersama Penyuluh KB Ujungpangkah Wujudkan Pola Asuh Positif dan Perlindungan Anak
Pemerintah Desa Ketapanglor menggandeng Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah dalam kegiatan edukatif yang mengajak orang tua memahami pentingnya pola asuh yang hangat, responsif, dan berpihak pada tumbuh kembang anak secara optimal.
Desa Ketapanglor, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik — Pemerintah Desa Ketapanglor bersama Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Ujungpangkah menggelar kegiatan edukasi bertema Membangun Keluarga Ramah Anak melalui Pola Asuh Positif dan Perlindungan Anak. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas orang tua dan keluarga di Desa Ketapanglor untuk menciptakan lingkungan yang aman, penuh kasih, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kegiatan ini dihadiri oleh para orang tua, kader PKK, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme, mencerminkan kepedulian warga terhadap masa depan anak-anak Desa Ketapanglor.
Mengapa keluarga ramah anak itu penting?
Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama yang membentuk karakter, nilai, dan kepribadian seorang anak. Keluarga yang ramah anak bukan hanya soal menyediakan kebutuhan materi, tetapi juga memastikan anak tumbuh dalam suasana yang penuh rasa aman, dihargai, dan didengar. Dalam kegiatan ini, Penyuluh KB menyampaikan bahwa fondasi keluarga ramah anak dibangun di atas empat pilar utama:
Kasih sayang tanpa syarat
Anak yang merasa dicintai tanpa syarat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, empati, dan mampu menjalin hubungan sehat dengan sesama.
Perlindungan dari kekerasan
Setiap anak berhak tumbuh bebas dari kekerasan fisik, emosional, dan penelantaran dalam bentuk apa pun, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar.
Partisipasi dan suara anak
Anak yang diberi ruang untuk berpendapat dan didengar akan berkembang menjadi individu yang bertanggung jawab dan mandiri.
Akses tumbuh kembang optimal
Keluarga ramah anak memastikan anak mendapat akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan stimulasi perkembangan yang sesuai usia.
Pola asuh positif: kunci generasi berkualitas
Salah satu materi utama yang disampaikan Penyuluh KB adalah tentang pola asuh positif — sebuah pendekatan pengasuhan yang mengedepankan komunikasi terbuka, konsistensi, dan disiplin tanpa kekerasan. Berbeda dengan pola asuh otoriter yang bertumpu pada ketakutan, pola asuh positif membangun kepatuhan anak atas dasar pengertian dan kepercayaan.
Komunikasi yang terbuka dan aktif mendengarkan
Orang tua diajak membangun kebiasaan berbicara dengan anak, bukan hanya memberikan instruksi. Mendengarkan keluhan dan cerita anak adalah bentuk penghargaan yang paling sederhana namun paling bermakna.
Disiplin positif tanpa kekerasan
Memberikan konsekuensi logis yang konsisten atas perilaku anak — bukan hukuman fisik atau kata-kata yang merendahkan. Anak belajar bertanggung jawab, bukan sekadar takut.
Penguatan positif dan apresiasi
Merayakan pencapaian kecil anak, mengucapkan terima kasih, dan memberi pujian yang spesifik — jauh lebih efektif daripada hanya menegur saat anak salah.
Menjadi teladan yang konsisten
Anak belajar lebih banyak dari apa yang dilihatnya daripada apa yang didengarnya. Orang tua yang menunjukkan empati, kejujuran, dan pengendalian diri adalah guru terbaik bagi anak.
Membangun kelekatan emosional (bonding)
Waktu berkualitas bersama anak — bermain, bercerita, dan beribadah bersama — memperkuat ikatan emosional yang menjadi fondasi kepercayaan diri anak sepanjang hidupnya.
Perlindungan anak: tanggung jawab bersama
Selain pola asuh positif, Penyuluh KB juga menyampaikan materi mengenai perlindungan anak yang mencakup hak-hak dasar anak, pengenalan bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, serta langkah-langkah pencegahan dan pelaporan.
Peserta kegiatan diajak untuk memahami bahwa perlindungan anak bukan hanya urusan negara atau lembaga khusus — melainkan tanggung jawab seluruh anggota keluarga dan masyarakat. Orang tua adalah garda pertama yang dapat mengenali tanda-tanda anak dalam bahaya dan mengambil tindakan yang tepat.
Peran Penyuluh KB: melampaui program Keluarga Berencana
Kehadiran Penyuluh KB dalam kegiatan ini menegaskan bahwa peran penyuluh tidak terbatas pada pelayanan kontrasepsi semata. Penyuluh KB adalah mitra keluarga dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas — dalam arti yang seluas-luasnya.
Tugas kami adalah mendampingi keluarga secara menyeluruh — dari perencanaan kelahiran hingga memastikan anak-anak yang lahir tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan penuh kasih. Keluarga Ramah Anak bukan cita-cita yang jauh — ia dimulai dari keputusan kecil setiap hari di dalam rumah kita masing-masing.
— Dian Koesnani, AM.d Keb., Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah
Kolaborasi lintas pihak: kekuatan di balik kegiatan
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak yang bersatu untuk satu tujuan: anak-anak Desa Ketapanglor yang terlindungi, sehat, dan bahagia.
Harapan dan tindak lanjut
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada satu pertemuan saja. Pemerintah Desa Ketapanglor bersama Penyuluh KB Ujungpangkah berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi-edukasi serupa secara berkala, dengan menyentuh lebih banyak keluarga di desa. Para kader PKK yang hadir juga diharapkan menjadi perpanjangan tangan — menyebarkan pemahaman tentang pola asuh positif dan perlindungan anak kepada tetangga dan keluarga di sekitar mereka.
Semua anak berhak tumbuh dalam keluarga yang ramah, hangat, dan melindungi. Dan semua orang tua, dengan dukungan yang tepat, mampu mewujudkan itu. Bersama Pemerintah Desa Ketapanglor dan Penyuluh KB Ujungpangkah, satu langkah nyata telah diambil hari ini untuk masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus Desa Ketapanglor.




%20bersama%20Koordinator%20SPPG%20dan%20kepala%20SPPG%20Pangkahwetan%201%20Kecamatan%20Ujungpangkah.jpg)


