• Koordinator SPPG Ujungpangkah bergerak cepat menindaklanjuti kendala terkait menu, jadwal distribusi, dan kuota. Kini, kader TPK dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada penerima manfaat MBG 3B.
  • Melalui kegiatan bersama PKM Sekapuk, hasil penimbangan tidak hanya dicatat, tetapi juga ditindaklanjuti dengan edukasi dan tindakan nyata untuk mencegah stunting serta menjaga tumbuh kembang anak tetap optimal.
  • Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak dan remaja untuk belajar nilai, karakter, dan tanggung jawab. Melalui kolaborasi Pattiro Gresik dan Penyuluh KB Ujungpangkah, mari bersama wujudkan keluarga tanpa kekerasan dan remaja yang tumbuh dengan keteladanan.
  • Dalam pertemuan lokakarya mini puskesmas ujungpangkah, penyuluh kb menyampaikan beberapa hal salah satunya adalah sasaran MBG tidak hanya untuk anak sekolah tetapi juga mencangkup 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta.
  • Orang Tua adalah pelindung pertama yang mengenalkan kasih sayang, kelembutan, dan rasa aman. Mulai dari rumah, kita ciptakan lingkungan tanpa kekerasan agar anak tumbuh percaya diri dan ceria.

Optimalisasi Kapasitas Petugas Lini Lapangan dalam Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting guna Mendukung Implementasi Program MBG 3B

 
Dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia, penguatan peran petugas lini lapangan menjadi kunci utama keberhasilan program intervensi gizi berbasis keluarga.

Melalui kegiatan Optimalisasi Kapasitas Petugas Lini Lapangan, para pelaksana di tingkat akar rumput dibekali pengetahuan, keterampilan, dan strategi pendampingan yang lebih efektif dalam menjangkau keluarga berisiko stunting.

Kegiatan ini secara khusus mendukung implementasi Program MBG 3B (Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Baduta Non-PAUD) sebagai salah satu langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan status gizi masyarakat dan menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kesiapan petugas di lapangan. Oleh karena itu, optimalisasi kapasitas menjadi penting karena:

  • Petugas membutuhkan peningkatan keterampilan praktis
  • Diperlukan pemahaman yang seragam dalam pelaksanaan program
  • Tantangan di lapangan membutuhkan pendekatan yang adaptif dan solutif