• Koordinator SPPG Ujungpangkah bergerak cepat menindaklanjuti kendala terkait menu, jadwal distribusi, dan kuota. Kini, kader TPK dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada penerima manfaat MBG 3B.
  • Melalui kegiatan bersama PKM Sekapuk, hasil penimbangan tidak hanya dicatat, tetapi juga ditindaklanjuti dengan edukasi dan tindakan nyata untuk mencegah stunting serta menjaga tumbuh kembang anak tetap optimal.
  • Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak dan remaja untuk belajar nilai, karakter, dan tanggung jawab. Melalui kolaborasi Pattiro Gresik dan Penyuluh KB Ujungpangkah, mari bersama wujudkan keluarga tanpa kekerasan dan remaja yang tumbuh dengan keteladanan.
  • Dalam pertemuan lokakarya mini puskesmas ujungpangkah, penyuluh kb menyampaikan beberapa hal salah satunya adalah sasaran MBG tidak hanya untuk anak sekolah tetapi juga mencangkup 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta.
  • Orang Tua adalah pelindung pertama yang mengenalkan kasih sayang, kelembutan, dan rasa aman. Mulai dari rumah, kita ciptakan lingkungan tanpa kekerasan agar anak tumbuh percaya diri dan ceria.

Penyuluh KB Bersama Pemerintah Desa Ketapanglor Gelar Sosialisasi “Tanpa Bullying, Anak Tumbuh Bahagia”



Ketapanglor, Ujungpangkah — Dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak, Penyuluh Keluarga Berencana (KB) bersama Pemerintah Desa Ketapanglor, Kecamatan Ujungpangkah, menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Tanpa Bullying, Anak Tumbuh Bahagia: Orang Tua sebagai Pelindung Pertama.”

Kegiatan ini dihadiri oleh para orang tua, kader, serta masyarakat setempat dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran keluarga dalam mencegah bullying sejak dini. Sosialisasi ini juga menekankan bahwa keluarga, khususnya orang tua, merupakan benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah dalam sambutannya menyampaikan bahwa fenomena bullying masih menjadi tantangan serius di lingkungan sosial anak.
“Peran orang tua sangat krusial dalam membentuk karakter anak. Dengan komunikasi yang baik dan pola asuh yang tepat, anak akan tumbuh dengan rasa aman dan percaya diri, sehingga mampu terhindar dari perilaku bullying, baik sebagai korban maupun pelaku,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Ketapanglor menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung terciptanya lingkungan yang ramah anak.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga dan melindungi anak. Pemerintah desa siap bersinergi dengan semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua dapat lebih memahami pola pengasuhan yang positif serta mampu menjadi pelindung pertama bagi anak-anak mereka. Sosialisasi ini juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi yang sehat, bahagia, dan berkarakter.










 

Keluarga Tanpa Kekerasan, Remaja Tumbuh dengan Keteladanan: Kolaborasi Pattiro Gresik dan Balai Penyuluhan KB Ujungpangkah untuk Generasi Hebat


Ujungpangkah, Gresik — Upaya mewujudkan keluarga yang harmonis dan bebas dari kekerasan terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Kali ini, Pattiro Gresik bersama Balai Penyuluhan KB Ujungpangkah menggelar kegiatan edukasi bertema “Keluarga Tanpa Kekerasan, Remaja Tumbuh dengan Keteladanan” sebagai langkah nyata dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter.

Kegiatan ini diikuti oleh para remaja, orang tua, serta kader masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola pengasuhan yang positif dan penuh keteladanan. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai dampak kekerasan dalam keluarga, baik secara fisik maupun verbal, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi tumbuh kembang remaja.

Selain itu, kolaborasi ini juga menekankan bahwa remaja membutuhkan figur teladan dari orang tua dan lingkungan sekitar agar dapat berkembang secara optimal, baik dari segi emosional, sosial, maupun moral.

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah Dian Koesnani, A.Md.Keb dalam pernyataannya menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter anak.
“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Ketika keluarga mampu menghadirkan kasih sayang, komunikasi yang baik, dan keteladanan, maka remaja akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berakhlak. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki pemahaman yang sama untuk mencegah kekerasan dan membangun generasi hebat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang berkelanjutan antara lembaga, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal.

Semangat “Keluarga Tanpa Kekerasan” menjadi langkah awal dalam mencetak generasi hebat yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing.