Pelayanan KB Metode MOW di Ujungpangkah Capai 193 Akseptor, Perlu Peningkatan Edukasi dan Akses

 

Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Ujungpangkah terus menunjukkan perkembangan, termasuk dalam penggunaan Metode Kontrasepsi Mantap (MOW) atau tubektomi. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 193 akseptor telah memilih metode MOW dari total 5.249 peserta KB aktif.

Meski demikian, angka tersebut masih tergolong rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya, seperti suntik dan pil. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya peningkatan pemahaman masyarakat terkait manfaat dan keamanan metode kontrasepsi jangka panjang, khususnya MOW.

Sebaran akseptor MOW menunjukkan variasi antar desa. Desa Pangkahwetan dan Pangkahkulon menjadi wilayah dengan jumlah akseptor tertinggi, sementara beberapa desa lainnya masih mencatat angka yang sangat rendah bahkan nol.

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan capaian tersebut melalui edukasi dan pendekatan kepada masyarakat.

“Pelayanan MOW merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif dan jangka panjang. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh manfaatnya. Oleh karena itu, kami akan terus mengintensifkan sosialisasi, konseling, serta meningkatkan akses pelayanan, termasuk melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan,” ujar Dian Koesnani, A.Md.Keb. selaku Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Ujungpangkah.

Lebih lanjut, pihaknya juga menekankan pentingnya peran kader dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi yang tepat kepada pasangan usia subur, sehingga mereka dapat memilih metode kontrasepsi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Dengan sinergi antara penyuluh KB, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang seperti MOW dapat meningkat, sehingga mendukung terwujudnya keluarga berkualitas dan sejahtera di Kecamatan Ujungpangkah.

Komentar